Posisi AHY Semakin Kuat Jadi Cawapres!

Baca Juga

Perubahan politik terjadi sangat cepat dan dinamis, Partai Golkar dan PAN telah mendeklarasikan diri mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres. Tentu deklarasi ini, membuat posisi Ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar menjadi dilema dan melemah.

Pasalnya, dengan dukungan Golkar dan PAN, maka posisi Capres Prabowo Subianto semakin kuat dan lebih bebas memilih Cawapresnya. Walau kemudian ditinggal PKB, Prabowo sudah bisa memegang tiket.

Jika posisi Muhamin iskandar melemah, lain halnya dengan posisi Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. Posisi Ketua Umum Partai Demokrat ini di koalisi perubahan yakni Nasdem-PKS dan Demokrat semakin kuat untuk menjadi Cawapres.

Dengan bergabungnya Golkar dan PAn ke gerinda dan PKB, maka partai parlemen telah habis terbagi. PDI berkoalisi dengan PPP. Golkar, PAN, Gerindra dan PKB.

Sehingga desakan agar AHY menajdi Cawapres Anies Baswedan akan semakin kuat.

Sementara anggota Tim 8 Anies Baswedan, Sudirman Said mengaku dalam 2 atau 3 minggu ini, nama Cawapres Anies akan diumumkan. Dikatakannya, alasan bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang akan mendampingi Anies belum diumumkan sampai sekarang, karena masih difixkan.

“Pak Anies yang jelas sudah siap dan sudah mengantongi nama (bacawapres). Kenapa belum diumumkan, masih nunggu keputusan dari para ketua parpol koalisi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara soal duungan Golkar dan PAn ke Prabowo, Anies mengatakan Golkar dan PAN sejak dulu bukan bagian dari KPP. Dia menyatakan menghormati pilihan Golkar dan PAN bergabung mendukung bacapres Prabowo Subianto.

“Kan memang dari dulu bukan bagian dari koalisi kami, jadi kami menghormati, bahkan dulu namanya Koalisi Indonesia Bersatu. Sudah ada sebelum kami (KPP) ada. Jadi tidak ada yang baru,” kata Anis Baswedan.

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- DPC. DEMOKRAT PAMEKASAN -spot_img

Artikel Terbaru