Partai Demokrat menegaskan tidak membahas isu Pemilihan Presiden 2029 dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Jawa Timur yang digelar dua hari (13-14/8/).
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, membantah kabar yang menyebut adanya sinyal politik dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju di Pilpres mendatang.
“Tidak ada pembahasan Pilpres dalam forum kami. Demokrat berdiri teguh bersama pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata Herman saat membuka Rakerda di Surabaya.
Herman menekankan bahwa fokus Demokrat saat ini adalah mendukung penuh pemerintahan pusat dan daerah. Ia menyebut kerja sama dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak adalah salah satu prioritas.
“Demokrat ingin Jawa Timur menjadi etalase keberhasilan sinergi pusat dan daerah,” ujarnya.
Herman juga menambahkan bahwa menjaga popularitas AHY adalah bentuk konsolidasi kader, bukan manuver Pilpres.
Tiga misi utama disampaikan Herman dalam Rakerda tersebut: mengembalikan kejayaan Demokrat seperti tahun 2009, menjaga eksistensi Ketua Umum AHY, dan mendukung pemerintahan yang sah di tingkat pusat maupun daerah.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, juga menepis isu Rakerda membahas Pilpres.
“Pembahasan Pilpres itu kewenangan DPP dan hanya diputuskan lewat forum besar seperti Munas atau Rakernas,” ujarnya.
Jemmy menambahkan bahwa forum Rakerda fokus pada program kerja satu tahun ke depan dan konsolidasi struktur partai di daerah. Ia menyebut penguatan nama Emil Dardak untuk Pilgub adalah hal yang wajar dalam konteks provinsi.


